:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1426046/original/030066400_1480908946-kuku_dan_tulang.jpg)
BERITA UNIK - Para orang tua Rawlett School, sebuah sekolah dasar di kota Straffordshire, Inggris, menganggap konyol aturan yang melarang siswanya yang memiliki panjang kuku jari tangan lebih dari 1,5 cm. Namun, pihak sekolah mengklaim aturan tersebut dibuat berdasarkan hasil rapat dengan orang tua siswa.
Siswa laki-laki diwajibkan mengenakan celana panjang abu-abu yang dipadukan dengan blezer resmi sekolah. Sementara siswa perempuan tidak boleh menata rambut secara ekstrem.
Begitu pentingnya persoalan panjang kuku, sampai-sampai pihak sekolah tersebut turut mengatur bentuk potongan kukunya. Siswa diwajibkan memotong ujung kuku membulat dengan ukuran setengah diameter 5 mm.
Pihak sekolah berkilah bahwa aturan itu dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan siswa, sekaligus mendorongnya lebih peka terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

"Kuku adalah salah satu bagian tubuh yang sangat rentang menjadi sumber masuknya berbagai macam penyakit, yang juga beresiko mengganggu proses belajar siswa.,"tutur Kepala sekolah tersebut.
Banyak orang tua siswa memprotes peraturan tersebut, dan menyebutkannya tidak masuk akal. Ann salah satu orang tua siswa merasa sekolah tersebut sudah terlalu jauh mengurusi hal-hal diluar kewenangannya sebagai tempat menuntut ilmu.
"Bukan tidak mungkin Siswa akan merasa bosan, dan bahkan tidak betah, untuk melanjutkan sekolah. Bisa saja mereka akan merasa kurang bergairah dalam belajar karena telah terlebih dahulu dituntut oleh banyak peraturan," ujar salah satu orang tua siswa.
Bukan hanya Rawlett School saja yang menetapkan aturan berlebihan terhadap siswanya . Beberapa sekolah lain di Inggris, terutama sekolah swasta, juga mulai menetapkan aturan serupa, mengurusi dengan detail penampilan siswanya, dengan alasan sebagai dari latihan kedisiplinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar