BERITA UNIK - Seorang yang mengaku peneliti asal Belanda, Frank Hoogerbeets mengeluarakan ramalan yang mengaitkan fenomena supermoon yang terjadi hari ini 31 Januari 2018 dengan potensi gempa.
Ia memperingatkan bahwa antara tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2018, fenomena supermoon, akan diikuti oleh fenomena alam yang disebutkan sebagai 'amplifikasi'berupa gerak seismik.
"Fenomena Bulan bulat sempurna tidak hanya memicu peningkatan aktifitas seismik, namon juga memicu 'amplifikasi'yang beresiko terhadap peningkatan gerak seismik berkali-kali lipat dari biasanya.

Hitung-hitungan saya memperkirakan, akan terjadi gempa berkekuatan antara 6 hingga 7 skala Richter, antara tanggal 31 Januari hingga 2 Februari,"ujar Hoogerbeets. ( hanya sekedar ramalan kawan sekedar prediksi semuanya tetap yang menentukan Tuhan )
Kaitan supermoon dengan gempa sudah lama ditepis para ilmuan, termasuk dari Badan Antariksa Amerika Serikat ( NASA )
"Supermoon adalah situasi dimana Bulan mengorbit sedikit lebih dekat ke Bumi dari pada biasanya. Efeknya paling terlihat saat terjadi bersamaan dengan Bulan purnama,"kata ilmuan Goddard Space Flight Center NASA .

Ia menambahkan, efek supermoon terhadap bumi relatif keci. Dan, menurut hasil penelitaian rinci oleh ahli kegempaan dan ahli vulkanologi, supermoon tak mempengaruhi keseimbangan energi di dalam bumi.
Garvin menyebut, kekuatan internal Bumi lebih dahsyat dari pada yang dipicu faktor luar. "Buni menyimpan sejumlah besar energi internall di dalam kulit terluar atau keraknya. Perbedaan kecil pada kekuatan pasang surut yang di picu Bulan ( atau Matahari ) tak bisa mengatasi kekuatan jauh lebih besar di dalam planet ini.
Meski demikian, data menyebutkan, waktu kejadian sejumlah bencana alam dahsyat, khususnya gempa, kebetulan berdekataan dengan supermoon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar